Salah satu
faktor mendasar yang menentukan ketercapaian tujuan pendidikan adalah guru.
Peran guru amat signifikan bagi setiap keberhasilan proses pembelajaran (Jones, Jenkin & Lord
2006). Sebagai agen pembelajaran, guru berperan
sebagai fasilitator, motivator, pemacu dan pemberi inspirasi belajar bagi siswa
(Aqib Rohmanto, 2008).
Dari begitu banyak variabel yang menentukan pendidikan,
muncul bukti-bukti bahwa kemampuan guru merupakan variabel terpenting atas
kualitas hasil pembelajaran. Pendidik (guru) adalah tenaga profesional sebagaimana
diamanatkan dalam Pasal 39 ayat 2, UU RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, Pasal 2 ayat 1,UU RI No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
Dosen, dan Pasal 28 ayat (1) PP RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan.
Mengacu pada landasan yuridis dan
kebijakan tersebut, secara tegas menunjukkan adanya keseriusan dan komitmen
yang tinggi pihak Pemerintah dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan
penghargaan kepada guru yang muara akhirnya pada peningkatan kualitas
pendidikan nasional.
Sedangkan dalam UU RI No.14 Tahun 2005
Bab I pasal 1 ayat 11,12 sertifikasi adalah proses pemberian sertifikasi
pendidik untuk guru dan dosen, Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai
pengakuan yang diberikan kepada guru dan dosen sebagai tenaga professional.
Menurut Muslich (2007) sertifikasi adalah proses pemberian
sertifikasi pendidikan kepada guru yang telah memenuhi persyaratan tertentu,
yaitu memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sehat jasmani dan rohani,
serta memiliki kemampuan untuk mewujutkan tujuan pendidikan nasional yang
dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan yang layak.
Sertifikasi guru dapat diartikan pula sebagai
suatu proses pemberian pengakuan bahwa seseorang telah memiliki kompetensi
untuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu,
setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi
(Mulyasa, 2008). Dengan kata lain, sertifikasi guru adalah proses uji
kompetensi yang dirancang untuk mengungkapkan penguasaan kompetensi seseorang
sebagai landasan pemberian sertifikat pendidik.
Kualifikasi akademik minimum diperoleh melalui pendidikan tinggi, dan sertifikat kompetensi pendidik diperoleh setelah lulus ujian sertifikasi. Pengertian sertifikasi secara umum mengacu pada National Commision on Educatinal Services (NCES) disebutkan“Certification is a procedure whereby the state evaluates and reviews a teacher candidate’s credentials and provides him or her a license to teach”.
Dalam hal ini
sertifikasi merupakan prosedur untuk menentukan apakah seorang calon guru layak
diberi izin dan kewenangan untuk mengajar. Dalam
kaitan ini, di tingkat negara bagian (Amerika Serikat) terdapat badan
independen yang disebut The American
Association of Colleges for Teacher Education (AACTE). Badan independen ini
yang berwenang menilai dan menentukan apakah ijazah yang dimiliki oleh calon
pendidik layak atau tidak layak untuk diberikan lisensi pendidik.
Oleh karena itu peningkatan mutu guru
dilakukan melalui program sertifikasi sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan
dan profesionalisme guru. Rasionalnya adalah apabila kompetensi kepribadian,
kompetensi pedagogik, kompetensi profesional dan kompetensi sosial telah sesuai
dengan standar yang telah ditentukan, diikuti dengan penghasilan yang meningkat
diharapkan kinerja guru juga meningkat dan membuahkan pendidikan yang bermutu.
0 comments:
Post a Comment